Jual Rumah DP 0 Rupiah, Penghuni Siap-siap Disuruh Keluar
Diresmikannya Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, atau rumah DP 0 Rupiah masih menyisakan potensi kecurangan. Sebab pemilik yang membeli unit dengan harga murah, berkemungkinan memanfaatkan untuk disewakan atau bahkan dijual kembali dengan harga mahal.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan percaya program rumah murah ini jatuh kepada masyarakat yang tepat. Sehingga dia berharap hunian itu dijadikan tempat tinggal sesuai fungsinya. Tidak untuk dialihkan tangankan kepada pihak lain.
“Mereka yang sedang bersyukur sekali punya rumah. Jadi mudah-mudahan sih rasanya tidak dalam posisi ingin menjual lagi,” ujar Anies di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8).
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan, jajarannya bersama pihak-pihak bersangkutan telah melakukan seleksi ketat kepada para calon penguni. Sehingga meminimalisir jatuh pada pihak yang tidak tepat.
“Kami ketat dalam proses seleksi. Dan kita arahkan supaya tidak salah orang untuk investasi. Jadi benar-benar warga yang memerlukan,” ucap Kelik.
Sistem jual kembali untuk hunian ini pun tidak bisa sembarangan. Penghuni harus menjual rumahnya melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tidak bisa langsung kepada pembeli. Nantinya, BLUD yang akan melakukan verifikasi kepada calon pembeli baru. Sehingga program bantuan pemerintah ini tetap bisa ditujukan kepada rakyat kecil.
“Mekanisme kembali dijual pun tidak mudah, nanti akan harus melewati BLUD kita, tidak bisa langsung ke tangan orang lain lagi,” tegasnya.
Pemprov sendiri telah menyiapkan sanksi untuk oknum yang membandel. Bisa berupa teguran di awal, bila tak diindahkan, bisa berupa pencabutan bantuan program rumah DP 0 Rupiah. “Sanksinya tidak akan ada lagi pakai surat peringatan, bisa langsung dicabut subsidinya dan (penghuni) diminta keluar.”
Sejak 28 Juni 2019, bus TransJakarta melayani penghuni rumah DP 0 Rupiah Nuansa Pondok Kelapa dari Halte BKN (Badan Kepegawaian Negara) di Cawang, Jakarta Timur. Berkolaborasi dengan SMKN 26, SMKN 56, SMKN 52, SMKN 4 Jakarta, serta Universitas Trilogi Jakarta, Perumda Pembangunan Sarana Jaya juga memberi referensi penataan hunian kepada calon penghuni.
Untuk tahap selanjutnya, 900 unit rumah DP 0 Rupiah akan dibangun di Cilangkap, Jakarta Timur, seluas 2,8 hektare, pada akhir 2019. Sedangkan rumah DP 0 Rupiah di Pulogebang, Jakarta Timur, seluas 4 hektare, pada awal 2020. Untuk pembangunan di Cilangkap dan Pulogebang, Penyertaan Modal Daerah (PMD) Pemprov DKI mencapai Rp 800 miliar. Angka tersebut naik dari 2018 yang mencapai Rp 500 miliar.
Hunian DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa itu dibangun di atas lahan 5.686 meter persegi, dengan total 21 lantai, terdiri atas 780 unit yang dibagi menjadi 3 tipe. Yaitu, tipe studio berjumlah 240 unit, dengan kisaran harga setiap unit Rp 184,8 – 195,8 juta; tipe 1 kamar berjumlah 180 unit, dengan kisaran harga per unit Rp 210,7 – 213,4 juta; dan tipe 2 kamar berjumlah 360 unit, dengan kisaran harga tiap unit Rp 304,9-310,6 juta.
Adapun fasilitas yang terdapat di hunian ini di antaranya, Balai Warga, PAUD, Taman Bermain Anak, Musala, dan bus Transjakarta. Selain itu, hunian juga dekat dari pasar dan sekolah.
Menanggapi minat masyarakat yang tinggi dan berdatangan ke lokasi, Pemprov akan membuka gelombang pendaftaran selanjutnya. Mulai 14 Agustus 2019 akan dialihkan ke kantor Unit UFPRS di Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta, Jatibaru Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Peminat program Samawa ini dapat mendaftar melalui gelombang kedua untuk hunian di lokasi program yang baru, serta dapat pula mendaftar untuk menjadi waiting list pada hunian Klapa Vilage bila nantinya masih terdapat unit yang tersedia. Formulir pendaftaran dapat diunduh melalui website: samawa.jakarta.go.id
Wanita Kaya Raya Ini Seranjang dengan 3 Suami, Muncul Polemik Saat Hamil, Siapa Bapak Calon Bayi?
Viral hari ini tentang seorang wanita kaya raya yang tinggal dengan beberapa lelaki.
Saat ini wanita asal Uganda tersebut tinggal dengan 3 pria yang semuanya adalah suaminya.
Dia sedang hamil dan tidak tahu siapa ayahnya.
Dikutip TribunStyle dari The Guardian, kisah perjalanan Ann Grace Aguti (36) yang tinggal dengan banyak pria bermula saat dia bercerai dari suaminya.
Viral - Wanita Kaya Serumah dengan Banyak Lelaki, Diusir Jika Ada Cemburu , Kini Punya 3 Suami, Hamil & Tak Tahu Ayahnya (https://guardian.ng/)
Saat bercerai dari suami pertamanya tersebut, Aguti berniat mencari laki-laki yang lembut dan peduli.
“Suami saya tidak berguna dan saya tetap menjadi pencari nafkah.
Ketika saya meninggalkannya, saya mulai mencari seseorang yang istimewa.
Tetapi saya belum menemukannya karena bahkan sekarang, saya harus memberi makan orang-orang yang saya miliki.
Jadi, pencarian saya berlanjut," ujar Aguti kepada New Vision.
Aguti suka berperan sebagai kepala keluarga dalam rumah tersebut.
Apabila ada di antara mereka yang merasa cemburu dan tidak disiplin dengan aturan rumah maka dia akan diusir.
Saat ini Aguti tinggal dengan tiga pria yang semuanya berstatus sebagai suaminya.
Suami pertama, Aric adalah seorang pensiunan polisi dengan 10 anak yang sudah besar.
Aguti dan Aric berkenalan saat lelaki tersebut memperbaiki sepeda Aguti saat pulang dari Brac Uganda.
“Sepedanya mengalami masalah mekanis, jadi saya menawarkan untuk memperbaikinya.
Dalam prosesnya, satu hal mengarah ke yang lain dan saya menemukan diri saya di sini. Saya tinggal di pondok itu. "
Suami kedua bernama John Peter Oluka, yakni seorang petani kaya yang cukup kaya dan memiliki rumah di desa yang sama dengannya.
Aguti bertemu suami keduanya tersebut saat pergi mencari rumput.
Wanita Kaya Raya Ini Seranjang dengan 3 Suami, Muncul Polemik Saat Hamil, Siapa Bapak Calon Bayi?
John mengetahui jika Aguti memiliki pria lain tapi dia tidak keberatan.
“Saya bertemu dengannya di rawa di mana saya sedang merumput sapi dan bercanda tentang dia mengambil saya sebagai suami juga - dan hanya itu.
Dia memberiku gubuk.
Kami telah hidup harmonis selama hampir satu tahun sekarang. Saya tidak punya masalah dengan rekan suami saya.
Konsensus di antara kami adalah bahwa mumi (Aguti) menentukan daftar tugas (jenis kelamin) dan keputusannya sudah final.”
Suami ketiga adalah Michael Enyaku, seorang sarjana senior.
Menurutnya Michael sangat perhatian dan pengertian terhadap kebutuhan Aguti.
Ketiga pria ini berhasil lolos eliminasi dari sekian banyak pria yang tinggal di rumah tersebut.
Aric, John dan Michael mengatakan tidak keberatan dengan peraturan Aguti dan mereka menganggap wanita tersebut sebagai kepala keluarga.
Jadi pada awalnya, Aguti tinggal dengan banyak pria, namun beberapa karena tidak mengikuti peraturan lantas diusir.
Hingga akhirnya tersisa tiga pria yang berhasil bertahan hingga akhir.
Aguti tinggal dengan tiga pria yang paling dicintainya tersebut.
Perjalanan Aguti yang tinggal dengan banyak pria ini tentu saja tidak berjalan lancar sesuai keinginannya.
Ada satu diantara mereka yang merasa cemburu dan hampir membunuh Aguti dengan sabit.
Ayah Aguti, Peter Ongwang yang seorang pastor tidak dapat mentolerir sikap putrinya tersebut.
Namun Aguti menentang sikap ayahnya dan berkata dirinya sudah dewasa untuk menentukan jalan hidupnya.
“Ayah, aku sudah dewasa dengan rumah. Adalah hak saya untuk memiliki tiga pria yang, untungnya, saling memahami,"kata Aguti.
Peter lantas mengusir ketiga suami Aguti tersebut dari rumah dengan meminta bantuan kepada dewan dan klan setempat.
Hingga akhirnya Aguti merelakan ketiga suaminya tersebut.
“Suamiku tercinta, aku sangat mencintaimu.
Saya bukan orang yang mengejar Anda, tetapi ayah mertua Anda dan klannya.
Tolong jangan lupakan aku kemanapun kamu pergi. Anda telah menjadi pilar saya di rumah kami yang besar ini.
Tolong terus periksa saya karena saya bisa mati kesepian di rumah."
Ketiganya lantas pergi dari rumah dan meninggalkan Aguti.
Namun berjanji akan mengunjunginya.
Masalah nyatanya tidak lantas berhenti dan justru muncul masalah baru.
Aguti hamil enam bulan anak keempatnya, dan tidak tahu siapa yang menjadi ayah dari janin dalam kandungannya.
Michael yang kembali berkunjung menemui Aguti yakin itu adalah anaknya.
Namun Aguti tidak tahu pasti siapa ayah bayi dalam kandungannya.
Pasalnya Michael juga bukan satu-satunya suami yang mengaku bertanggung jawab atas kehamilan Aguti tersebut.
Aguti berasal dari Amugara, Kumel, Makura, Ngora.
Kisah Aguti ini lantas menjadi viral.
‘Disuruh’ Buka Baju, Sabrina Chairunnisa Pacar Deddy Corbuzier Beri 'Tamparan' Menohok
Sabrina Chairunnisa tentu tak bisa tinggal diam melihat ada komentar tak pantas bersarang di lapak Instagram miliknya, pacar Deddy Corbuzier ini pun langsung memberikan balasan menohok.
Sabrina Chairunnisa lagi-lagi terlihat murka kepada salah seorang netizen yang mampir ke lapak miliknya. Bukan tanpa sebab, pasalnya warganet tersebut memang sudah meninggalkan komentar tak pantas di salah satu postingannya.
Hal ini bermula saat pacar Deddy Corbuzier ini memposting foto kece seperti biasanya. Dalam potret itu ia terlihat dalam posisi berjongkok dengan salah satu kaki lebih ke depan. Sabrina pun menambah kece potretnya dengan berpose menurunkan kacamata yang dipakainya.
Seperti biasanya, kali ini pun Sabrina menuliskan caption yang tak kalah mengocok perut. Pasalnya kekasih Deddy ini terang-terangan menampakkan jika dirinya tengah dilanda galau lantaran sebentar lagi akan segera bertambah usia.
Sabrina pun bertanya apakah dirinya masih pantas berdandan kece bak anak ABG. Ia pun menyisipkan tagar #menolaktua yang semakin menambah kocak postingannya kali ini.
“Gaes, masi cocok kan akoh gaya ABG begini???? Masihhh kan? Iyaaa kan,” tandas Sabrina Chairunnisa. “#efekbentarlagimauultah #MENOLAKTUA.”
Namun tak berselang lama, seorang netizen justru langsung kena semprot Sabrina usai meninggalkan komentar yang tak pantas. Pasalnya netizen tersebut seakan menyuruh pacar Deddy ini untuk membuka baju.
“Buka baju blh kak,” cetus akun @putra*******. “Suruh nyokap lo gih, buka baju terus jalan2. Tar kl udah baru kasi tau gw lagi ye,” balas Sabrina.

sumber: Instagram
Tak diketahui dengan pasti alasan netizen ini meninggalkan komentar tak senonoh di postingan Sabrina kali ini. Namun diduga kuat jika ia berniat menggoda kekasih Deddy ini.
Kendati demikian, tamparan menohok yang diberikan oleh Sabrina ini rupanya tak lagi dijawab oleh sang netizen. Hal yang sama pun dilakukan oleh Sabrina yang lebih memilih meladeni netizen lain yang meninggalkan komentar positif bahkan kocak.
“Menolak liat angka diatas kue yak kak, age is just a number sih kak, yg penting kan sehat dan terus berkarya,ada rencana mw S3 kak?” tanya akun @rieska******. “Ho oh (emoji tertawa terbahak-bahak) insha Allah mau bangettttt kalau ada waktu dan kesempatan,” jawab Sabrina
Pengasuh Pondok Minta Santri Wanita Telentang di Kandang Ayam lalu Diperkosa
Perbuatan Irsono alias H Gufron (45), warga Kecamatan Dungkek, Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep benar-benar tak bermoral.
. sumber : beritajatim.comPengasuh salah satu pondok pesantren di Pulau Giliyang ini tega mencabuli SS (14), warga Kecamatan Dungkek, yang merupakan santrinya sendiri. Perbuatan bejat Gufron tersebut dilakukan berkali-kali. Salah satunya di kandang ayam.
Modusnya, tersangka mengirim SMS pada korban, mengajak bertemu di utara rumah korban. Setelah bertemu, tersangka mengajak korban masuk ke kandang ayam, dan meminta korban tidur telentang di tikar yang biasa digunakan penjaga kandang untuk istirahat.
“Di tikar di dalam kandang ayam itulah, tersangka melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (30/10/2019).
Pencabulan dan persetubuhan itu tidak hanya terjadi sekali. Tersangka beberapa kali mengulangi perbuatannya di tempat yang berbeda-beda.
Kadang tersangka menyetubuhi korban di ruang kelas sekolahnya. Korban dipanggil, diminta untuk datang ke kelas. Kemudian tersangka mengatakan pada korban agar pasrah dan tidak bercerita pada siapa-siapa.
“Setelah itu, tersangka meminta korban untuk tidur terlentang di lantai. Di situlah tersangka menyetubuhi korban,” ungkap Widiarti.
Kejadian berikutnya terjadi saat korban mondok di salah satu pondok pesantren di Guluk-guluk. Tersangka datang menjemput korban untuk membawanya ke dokter karena korban sakit. Namun ternyata korban tidak langsung dibawa ke dokter. Tersangka terlebih dahulu dibawa ke sebuah hotel di kawasan kota Sumenep dengan dalih untuk istirahat.
“Di hotel itulah, tersangka kembali menyetubuhi korban. Setelah itu, pada malam harinya, tersangka baru membawa korban ke dokter,” paparnya.
Akibat perbuatannya, tersangka ditahan di Mapolres Sumenep, dijerat pasal 81 ayat (1), (2), dan (3), serta pasal 81 ayat (1) dan (2) UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI no 35 tahun 2014.
“Dalam kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur itu, kami mengamankan barang bukti berupa jaket warna abu-abu, kaos lengan pendek warna biru, baju dalam warna biru keungu-unguan, celana dalam warna kuning, dan sarung biru bergambar hello kitty,” ujar Widiarti.
Jumat Kliwon dipercaya banyak orang merupakan waktu yang sakral, berbagai cerita mistis turut membuat malam Jumat Kliwon dipercaya dapat mendatangkan sial bila beraktivitas di luar rumah.
Sumber: savelagueu.tk
Hingga kini tidak ada penjelasan kapan cerita mistis tersebut tersebar, namun sudah banyak masyarakat yang cukup memercayainya, khususnya orang Jawa.
